sketsa-sketsa yang keras kepala

1/09/2006

pondok candra

hari-hari ini aku sering pulang ke rumah tanteku di pondok candra. tiap sore hujan, memes khawatir kalo aku harus pulang ke rumah, yang jaraknya sekitar 50 km dari kampus. aku harus melawan truk-truk besar, lubang-lubang, dan air secara bersamaan selama lebih kurang 1 jam. apalagi sekarang aku pake kacamata. kalo kena air jadi buram dan bikin aku kelabakan.

pernah aku pulang pukul 20.00 dan kebetulan hujan. karena malam otomatis aku harus buka kaca helmku yang hitam. air terus menerus kacamataku dan aku tak bisa melihat depanku sama sekali. aku harus berhenti tiap 50 meter untuk melap kacamataku. belum lagi ditambah masalah kaca helmku yang terus-menerus jatuh secepat aku menariknya ke atas.

sebenarnya dari dulu tanteku sering minta aku tinggal dirumahnya. biar anak-anaknya ada kawan main. biasa, anak perumahan khan suka kesepian. selain itu biar aku bisa memberikan contoh untuk mereka...hehehehe...you know, kalo di keluarga besarku aku dianggap yang cukup sukses soal sekolah. role model, gitu...hehehe.... om-ku sendiri tak keberatan, bahkan senang, karena dia butuh kawan ngobrol sesama pria.

aku nggak tahu kenapa dulu aku sering menolak. kalo dibilang sungkan juga nggak. hmm, apakah ini soal kerutinanku? bisa jadi. aku selalu merasa resah ketika berada di tempat yang baru. selain itu tinggal di tempat lain jelas akan merubah urutan-urutan kegiatan harianku. dan ini membuatku merasa kehilangan dan tak aman.

tapi aku ingin berubah lah. paling tidak untuk variasi, jika merubah karakter adalah tak mungkin. tapi aku juga sadar bahwa ada kemungkinan perubahan atau variasi ini akan kerutinanku yang baru. gosh.

No comments:

Post a Comment