pada suatu masa yang lebih menggiurkan, ras manusia lahir ke dunia sebagai tua bangka dan, biasanya, meregang sebagi bayi. kematian tak begitu jadi kesusahan. tak banyak tanah terpakai untuk makam. tak banyak kubur tua tergusur dan tertindih yang baru. lebih penting lagi, kebanyakan mayat terlihat imut dan kemerah-merahan. siapa yang tak gemas? namun kelahiran jadi penderitaan yang tak pernah dikenal kaum ibu masa sekarang. orok yang baru lahir menyerupai manula 70 tahun di zaman kita. bentuk bunting dan jalan lahir terlalu mengerikan untuk disejarahkan.
pada umur 5 tahun, mereka sudah harus mulai bekerja. biasanya pekerjaan-pekerjaan tanda-tangan dan lihat-lihat, seperti presiden, perdana menteri, direktur, kepala ini, kepala itu, dan semacamnya. semua orang berlomba-lomba meningkatkan jenjang karirnya; yaitu, mendapat pekerjaan-pekerjaan fisik secepatnya. semakin banyak muatan fisik dalam suatu pekerjaan, semakin bergengsi pekerjaan itu. jadi, pekerjaan semacam kuli angkut pelabuhan adalah satu dari sedikit pekerjaan elit dambaan semua orang di dunia. dan untuk mencapai jabatan ini persaingan sangat ketat dan lama. rata-rata pada umur 40 tahun, serupa dengan 30 tahun di masa kita, seseorang baru bisa menggapainya.
mereka-mereka yang gagal bersaing biasanya harus bertahan sebagai presiden seumur hidup, perdana menteri sampai mati, kepala departemen abadi, dan seterusnya. para seumur-hidup ini menempati kelas terendah dalam masyarakat. mereka sering diolok-olok sebagai lamban, memfosil, kuda nil, dan semacamnya. penderitaan kaum pecundang ini melahirkan ribuan revolusi yang datang dan pergi, namun belum berhasil sampai detik cerita ini dikisahkan.
ngantuk, jadi...diteruskan besok
sketsa-sketsa yang keras kepala
1/28/2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment