menjadi aneh dan lentur adalah masalah besar bagiku. tak tahu, mungkin lingkungan, didikan, ajaran, atau bawaan. yang pasti, aku cukup kaku, seperti logika formal, seperti determinisme materialis. aku selalu mempunyai seperangkat alasan, entah itu datang awal atau belakang. aku selalu menagihnya kepada lain orang, seperti anak kecil yang cerewet dan sok pintar.
kadang-kadang, ini membuatku jadi otoriter. aku tak gampang memahami orang yang berkirim surat berantai, bertukar kartu elektronik, dan lain-lain. namun cobaan itu datang, teman hidupku sendiri ternyata penggemar 'kegiatan-kegiatan tak perlu' semacam itu. aku juga kini hidup ditengah-tengah masyarakat yang begitu menghargai bir.
aku cukup berubah. sebenarnya, aku selalu berubah satu mili, satu kilo, satu derajat, silahkan sebut sendiri berbagai ukuran di dunia. bukankah aku pernah menulis, kadang-kadang dalam satu hari pikiranku bisa berubah lebih dari 400 kali?
Ini bukan berarti aku suka perubahan. kegiatanku dalam satu hari seperti ritual agama. tanpa variasi. aku hanya tak bisa melepaskan diri darinya. tentu ilmu bertahan tertua di dunia adalah... berusaha mencintainya.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment