semua hal yang dulu kuanggap basi terus-menerus tergenapi. misalnya, "hidup seperti kurva." naik-turun dan turun-naik. basi. tapi, aku sudah mengalami tiga juta kasus yang menyatakan diktum ini. tak ada yang memalukan dan klise dari ini. semuanya pahit. sangit.
dan aku tak lagi tertawa saat mendengar: "hormati orang tuamu." tak ada lagi yang lucu tentang itu. ini masalah hidup dan mati.
dan aku tak lagi tertawa saat mendengar: "yang sembuh harus mengalah terhadap yang sakit." ini bukan mengasihani diri sendiri atau menghibur diri atas kekalahan-kekalahan yang terus mendera. ini aktual benar.
aku tak tahu masih berapa lagi yang akan tergenapi. aku yakin masih banyak. tapi aku juga tak akan menutupi jika nanti ada diktum yang terbukti basi bagi diriku dan perjalananku. aku mencoba tak menutup diri.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment