cerpelai bersurai perak
melompat tinggi ke garis sore
sebelum lampu jalan mengerjapkan mata
melarung pertanyaan
sekuat ether
setegap mahayoga
pernah kurekam ini semua
tapi tahukah kamu bedanya?
waktu itu pagi
keriangan ufuk bergariskan warna kuning
kupu-kupu genit mencorat-coret angkasa kering
tentang bumi yang mengangkat roknya
tentang baki-baki air yang dibawa cuaca
ah, masa itu tak ada gentar
masa itu hanya aku, kami dan kita
saja yang benar
jalur ini bukan pertama kutapak
bukan pula menentukan makna, kali ini
seperti biasa, aku cuma ingin menandai
keharuan
kebiasaan buruk yang
mengharukan
cerpelai bersurai perak
bergulung-gulung turun
ke kaki lembah
: kawan-kawan yang terserak
juli awal, tahun yang mendebarkan
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment