sketsa-sketsa yang keras kepala

10/15/2007

liburan dan dinasti

2 hari pertama liburan tak memberiku kemewahan bangun siang. kamis pagi om dan tante dari pihak papaku datang dari ibukota...hehehe. bukan untuk berlebaran, sebenarnya. kebetulan mereka ada urusan 'bisnis kaki-kaki' di surabaya dan mampir. seperti biasa mama tak akan melewatkan kesempatan seperti ini untuk memamerkan perkembangan berat badanku.

jumat pagi harus antar makku dari pihak mama untuk napak tilas ke peristirahatan para leluhur. tujuan pertama adalah ke pasar mojokerto. loch? bukan, syukurlah tak ada leluhurku yang dikubur di pasar. iya, kami harus beli bunga dulu. setelah itu langsung ke desa ciro, kecamatan balongbendo, kabupaten sidoarjo, tempat mak lahir. bapak dan saudara-saudara kandungnya beristirahat di sana. bagaimana dengan ibu kandungnya? ceritanya cukup panjang dan tragis. suatu saat aku akan mendokumentasikannya secara khusus.

dari kuburan kita mampir ke keponakan-keponakannya yang tinggal tak jauh dari situ. mak meninggalkan satu kaleng cat, beberapa lembar kertas gosok, 1 kuas besar, 1 kuas kecil, dan beberapa lembar uang ke mereka. mak mengulang beberapa kali komandonya, dengan penekanan khusus tentang pentingnya menulis nama-nama almarhum dan almarhumah di nisan masing-masing. asal tahu aja, mak buta huruf.

setelah itu kami meneruskan perjalanan menuju desa sidowaras, kecamatan wringinanom, kabupaten gresik, tempat mak dibesarkan. mak dibesarkan oleh bu dhe dari pihak bapaknya. bu dhe-nya ini bernama minten, yang bersuami pak dhe nariman, mandor jahit karung pabrik gula belanda. sebagai informasi tambahan, lokasi pabrik gula itu dulu tepat di pabrik ratatex sekarang, balongbendo, balongbendo. tambahan lain: pak dhe nariman ini yang dipercaya di kalangan tua menitis ke aku. seperti sebelumnya, kami mampir ke keponakan-keponakannya yang berdomisili di desa setempat. seperti sebelumnya, mak juga meninggalkan perlengkapan mengecat beserta komandonya.

setelah itu kami meluncur ke desa penambangan, kecamatan balongbendo, kabupaten sidoarjo, tempat mak menghabiskan lebih dari separuh usianya sebagai istri dan ibu. kami berdoa dan menabur bunga di makam tanteku. tanteku adalah anak mak yang ke-7. total anak mak adalah 9 orang. mamaku sendiri anak yang ke-5. tanteku ini adalah yang merawatku waktu kecil dan yang paling dekat denganku. terakhir aku mengunjungi makamnya adalah tahun 2002, sesaat sebelum aku berangkat ke thailand. selain tanteku, kami juga mengunjungi makam anak pertama tanteku yang lain, anak mak yang ke-3. sepupuku ini meninggal dalam kandungan.

sebagai penutup, izinkan sang pembangun dinasti setiawan ini mengutip kata-kata bijak dari don vito, sang pembangun dinasti corleone: "good. cause a man who doesn't spend time with his family can never be a real man."

No comments:

Post a Comment