terus terang aku masih gagal untuk mengerti kenapa seseorang sanggup mengorbankan segala yang dia capai setelaten ayam untuk hal seperti itu. hal yang tidak mampu mencapai perasaan menghargai, suatu capaian pergumulan kemanusian selama jutaan tahun perang dan damai. hal yang memberikan yang lain tempat singgah dan, lebih buruk lagi, taman hiburan. itulah kenapa aku tak bisa mengangguk kepada raja arthur. itulah kenapa aku masih merasa canggung untuk menghormati diriku sendiri.
sebaliknya, aku lebih dari siap untuk memberikan hormat ala upacara bendera kepada dia yang bertarung sampai buyar untuk hal yang tak pernah memberikan yang lain pemikiran, lebih-lebih kesempatan. hal yang dijarah tanpa persetujuan sang hal. demi semesta, aku bisa mengerti avatar wisnu yang ketujuh dan segala cekcoknya. itulah kenapa aku mulai menghargai diriku sendiri akhir-akhir ini.
teringat kata-kataku sendiri beberapa tahun berselang: "bumi ini asing benar. ada yang lari karena diperhatikan sepenuh hati. ada yang tergila-gila meski dibiarkan tanpa perasaan."
bumi yang menarik (becak).
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment