
puji semesta, cinderella, sinetron dengan penulis naskah yang kecerdasannya hampir menyamai penulis tersanjung, berakhir juga. selamat tinggal, cinta, rama, rado, mama, emak dan mbak sam. selamat datang kembali berita metro tv dan papa. papa, mari kita nikmati kembali kekuasaan ini, sesingkat apapun masanya. kudengar dari acara gosip bahwa amara lingua akan bermain di sinetron pengganti yang belum kulacak judulnya. aku bisa membayangkan sedalam apa sihir perempuan itu pada mama, emak dan mbak sam.
ya, tuhan, kau tahu aku masih bisa bertahan terhadap kesulitan, tapi tidak pada kebosanan. pada saat yang sama aku tak bisa mencintai ketidakjelasan yang diulang. sebenarnya ketidakjelasan sendiri adalah hal yang terpuji. bagaimanapun juga, setiap ketidakjelasan tidak membosankan, paling tidak pada awalnya. tapi jika seseorang mulai mengulangnya dengan suatu pola, dan aku mulai menghafalnya seperti butir-butir pancasila, ketidakjelasan itu akan menjadi kejelasan yang nyata. ketidakjelasan itu akan jadi membosankan.
bagaimana dengan kau, cahaya? dan, kau juga, putri indra lesmana? masih tega merampok jam-jam katharsisku bersama film lepas trans tv? masih tega melihat tagihan internetku membengkak lagi bulan ini?

No comments:
Post a Comment