sketsa-sketsa yang keras kepala

10/28/2008

remah2 minggu lalu

seminar rafilus berjalan dengan baik. sangat baik, bahkan, jika aku boleh membandingkan dengan yang sudah-sudah. tidak hanya soal peserta yang mencapai 260-an orang, tapi ini kali pertama banyak bapak-ibu dosen yang terlibat baik langsung maupun tidak. ini tentu saja bisa jadi modal awal untuk kerja-kerja prodi selanjutnya. selain itu, kerjasama dalam panitia terbilang kompak dan menyenangkan. salut untuk kawan-kawan mahasiswa yang sudah berdarah-darah membantu meskipun pada saat yang sama harus bersitatap dengan uts. yang terakhir, penampilan dari dosen internal sangat membanggakan dan, jika boleh sedikit mbencongi, mengharukan. melalui penampilan beliau, seolah-olah kami ingin memberitahu dunia bahwa kami sungguh belum habis.

belum habis rasa senang kami di senin pagi, kami sudah tersungkur sekali lagi oleh sebuah kabar baik. dua mahasiswa kami menggondol juara pertama dan kedua lomba penulisan esai yang diselenggarakan oleh persaudaraan indonesia-tionghoa dalam menyambut sumpah Pemuda 2008. kedua mahasiswa tersebut adalah:

1. andreas tok, dengan esai "dari kbbi sampai ke bali"
2. yusak l. ramagit setiawan, dengan esai "menelaah pengibaran bendera merah
putih terbalik"

berita selengkapnya bisa dilihat di jawa pos (27/10), metropolis, hal. 40.

sebagai tembang penutup...halah...lha koq jadi kaya stasiun dangdut...okay, okay, akhirnya, untuk memuliakan hasil kebersamaan ini, izinkanlah tuan dewey setiawan memutilasi sajak "sama rata, sama rasa" dari kamerad marco kartodikromo:

...

kami berniat berdjalan teroes,
tetapi kami berasa aoes,
adapoen penharapan ta’ poetoes,
kaloe perloe boleh sampe mampoes.

djalan jang koetoedjoe amat panas,
banjak doeri poen anginnja keras,
tali-tali mesti kami tatas,
palang-palang djoega kami papas,

soepaja djalannja SAMA RATA,
jang berdjalan poen SAMA me RASA,
enak dan senang bersama-sama,
ja’toe: "SAMA RATA, SAMA RASA"

No comments:

Post a Comment