sketsa-sketsa yang keras kepala

2/08/2009

novel dengan huruf kecil

hadoh. lama ngga ngeblog jadi capek-capek nech...hehehe. akhir-akhir ini lebih sering katarsis (halah) bersama si pie. padahal kalo dilihat dari kegiatannnya yach...ngga penting-penting amat. paling kalo ngga nelpon ya jalan-jalan bentar mencari hujan (btw, texting sudah ngga semenarik dulu. paling untuk mengisi waktu antara satu telpon ke telpon selanjut. istilahnya pance f. pondaag, cuma "sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara". hahaha). seperti aku bilang sebelumnya settingnya ngga terlalu penting lah. mau di gunung, lembah, warung, teater, pesta, facebook, ym, dan seterusnya, ngga masalah. yang penting tokoh dan plotnya...hehehe. seberapa meriah diri kami. we are the party! selain itu juga seberapa sering kami perang-perangan. kalau perlu kami yang harus menciptakan konflik sendiri (hang on tight, pie...hahaha).

ah, hidup memang tak ubahnya sebuah novel yang seru. hanya dengan lebih banyak bagian yang membosankan. tapi ini pun perlu. untuk pengendapan. untuk perencanaan. untuk mengendurkan kabel-kabel dekat kepala. selain itu, dalam hidup ini sang tokoh bisa dan seharusnya menjadi penulis ceritanya sendiri. ini bukan ilusi kebebasan. aku tahu tentang betapa terbatasnya pilihan. namun pada akhirnya aku lah yang memilih. kebebasan dalam keterbatasan. halah. hehehe. dan aku selalu berusaha untuk memilih. jika aku tak memilih, seseorang akan melakukannya. dan orang secongkak aku terlalu sulit untuk menerimanya. hahaha.


suatu hari aku ingin menulis seperti ini:

ini cerita pembangun sebuah dinasti
dan kerap kali dia tulis sendiri

No comments:

Post a Comment