dokumen-dokumen membuat pikiran seperti kotak pensil. di sini tempat serut, di sebelahnya penghapus, di pinggirnya jangka, di sana pulpen, di sampingnya stabilo, dan seterusnya. dua minggu sudah dokumen-dokumen menahanku pada sebuah layar. dan aku tak tega meninggalkannya. dokumen-dokumen seperti tahu bahwa aku tak pernah rela sebuah titik berada di rumah koma.
dokumen-dokumen mencederai kegiatan-kegiatan bermanfaat. seperti pergi ke warnet dan menaruh penat. dokumen-dokumen seperti barisan tentara berdiri. dokumen-dokumen membuat kata-kata tak bisa berlari. dokumen-dokumen seperti mentari di arab saudi.
dokumen-dokumen di pojok apartemen.... ah, kawanku. dokumen-dokumen membuatku benci padamu. dokumen-dokumen sudah mengunyah cerita-ceritaku. dokumen-dokumen sudah mencuri energi panjangku. dan yang bisa kutulis kini bukanlah cerita yang tahan lama, namun sekedar dokumen-dokumen yang selalu berhenti. dokumen-dokumen selalu menuntut penyelesaian. dokumen-dokumen menganggap hidup hanya bermuka dua. dokumen-dokumen membodohkan.
dan sekarang kutantang dokumen-dokumen untuk laga. aku mencoba tahan lama. aku harus maju dan maju dan maju dan maju. jauh melampaui panjang dokumen-dokumenku. dokumen-dokumen harus membunuh dirinya. dokumen-dokumen harus lucu dan menghibur. dokumen-dokumen harus menyayang tawa. dokumen-dokumen harus membuat panjang umur. dokumen-dokumen tak boleh mengenal deadline. dokumen-dokumen harus menyatakan kutukan.
tapi ini pun harus didokumentasikan.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment