malam ini terlalu sejuk untuk marah. tiga pasang jenis bising menarik kerah baju dan meludahi mukaku. aku tak tertarik berkelahi malam ini. malam ini terlalu sejuk untuk marah.
malam ini adalah buku gambar kecil bersampul abu-abu gelap. membuka sendiri. melukis pemandangan alam. dua gunung berjajar. jalan raya yang membelah dua sawah. dua gubuk di tengah sawah. tiang listrik yang berjajar di pinggir jalan. dua kapal terbang di angkasa. dua nyiur berpelukan yang tiba-tiba ada di lembah. sungai yang berkelok-kelok tak wajar. semuanya memikat. semuanya tak rikat.
malam ini adalah buku gambar kecil bersampul abu-abu suram. melipat diri sendiri. melukis gambar pahlawan perang padri. mulai dari leher bergerak ke sorban. membuat dahi dan mencoret alis. terpukau pada dua mata, tertatih-tatih pada hidung, dan mati ketika membuat mulut. semuanya mengkilat. semuanya pualam. aku tak pernah punya keinginan memberi tanda tangan.
malam ini terlalu rela untuk marah. malam ini adalah kotak-kotak yang konkrit. memegang telinga. namun aku terlalu rela.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment