mulai pagi sampai siang nggak ada yang istimewa. semua berlalu seperti hari-hari sebelumnya. aku sering berkata bahwa aku mempunyai kelebihan untuk menciptakan kerutinan-kerutinan. aku bukanlah seorang petualang yang selalu siap dan gila dengan tantangan-tantangan yang baru. aku selalu merasa kurang aman ketika berada di tempat yang baru atau melakukan hal yang baru. aku lebih mirip seoraing ibu atau bapak rumah tangga yang lihai membangun sangkar emas, puri emas, atau benteng emas. suka di dalam sambil menghibur diri bahwa ini adalah tempat terbaik di dunia atau hal terbaik yang orang lakukan. oleh sebab itu setiap hal baru yang harus kuhadapi akan kutaklukkan dengan sekuat tenaga menjad kerutinan dan pada akhirnya hal yang lama. pria yang membosankan, bukan?
cukup dengan refleksi. kembali ke hari keempat. setelah makan siang, aku mempersiapkan diri untuk teaching practice besok. aku bekerja dalam kelompok. ada tiga orang dalam kelopokku. joong seob, hi jien, dan aku sendiri. yang kami harus ajar besok adalah kosakata terutama kosakata yang berhubungan dengan air travel. kami mempersiapkan role play. situasinyan di bandara. aku jadi petuga check-in counter dan declare. yang lain jadi travelernya. dari role play itu kami mulai masuk ke activity-activity untuk students.
sampai latihan berakhir aku masih merasa kurang sreg. ada sesuatu yang rasanya kurang. aku tidak tahu apa itu. tapi yang lain merasa asyik-asyik aja. mungkin aku terlalu perfeksionis. mungkin karena ini ajang pembuktianku yang pertama di tempat ini. kamu tahu betapa percayanya aku dengan kedigdayaan kesan pertama.
setelah itu aku tetap tinggal di kampus. kedua kawanku pamit pulang. aku masih harus membalas belasan email dari murid-muridku kelas writing 1. waktu akutinggalkan mereka masih punya satu assignment tersisa. aku merasa nggak adil kalau nggak melihat dan memberi input sebelum mereka mengumpulkan tanggal 20 nanti. jadi, aku suruh mereka mengirim draft-draft mereka ke emailku.
aku balik ke rumah sekitar pukul enam seperempat. kemudian kerutinan baru yang lain datang: makan malam dengan the carcass. ternyata aku salah. malam itu makan malamnya begitu isitmewa. mereka mengundang beberapa kawan dekat mereka. acaranya farewell party untuk salah seorang kawan mereka yang akan ke spanyol. entah untuk urusan apa. namanya: the beautiful sam. orangnya emang cantik. untuk kriteria bule tentunya. kalau untuk aku, joko sidoarjo, ya biasa-biasa aja. boleh kasih poin tujuh.
margie masak pasta yang uueeennaaakkk sekale. terus ada sampanye dan wine. wis, bakat mabukku langsung mendongak seperti ular kobra. setelah sekian lama....hehehe. untunglah (atau, sialnya) kok aku kepikiran punya hutang jurnal yang harus kumpul besok (kami harus mengumpulkan jurnal tiap hari jumat). jadi minum nggak banyak-banyak. setelah makan, kami menyanyi dan berdansa-dansi. pengalaman pertama mengikuti pesta bule. gila-gilaan. rame banget. margie yang selama ini kulihat sebagai ibu rumah tangga sejati bisa berubah menjadi gadis belasan tahun. lompat sana-lompat sini, rebutan mik sama anaknya, teriak-teriak....pokoke seru!
setelah itu kerutinan yang lain: menutup pintu kamar, membuka baju, mematikan lampu, menarik selimut, dan meniti tangga surealita. zzzzz....zzzzz....zzzz
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment