sketsa-sketsa yang keras kepala

10/13/2005

hari ketiga

hari ketiga aku bangun lebih siang dari hari kedua. melakukan ritual yang sama. tapi waktu mau keluar untuk minum kopi en ngerokok ternyata hujan. yach, batal deh ngopi outdoor. aku ambil jaket dan berangkat ke sekolah. hujan tambah lebat. akhirnya aku menyerah. dan untuk pertama kali, saudara-saudara, aku naik bus di australia. kemalasan telah mengalahkan ketakutan. aku tanya orang lewat bagaimana untuk naik bus. dia menunjukkanku sebuah bus stop dan menyuruhku membeli tiket di mini mart belakang bus stop itu. harganya 32 dollar untuk satu minggu!

dan aku dapat bus tidak lebih dari 2 menit kemudian. untungnya banyak barengan; jadi bisa tahu bagaimana memasukkan tiketnya ke kotak tiket....hehehe. sekitar 7 menit kemudian aku sudah tiba di bondi junction, terminal terdekat dari kampusku. sejak itu semangatku untuk jalan melayang...hehehe lha uenak numpak bus. cepat dan nggak capek. kalo jalan sampai 45 menit dan jalannya naik turun.

sekolah makin banyak tugas. bikin ini dan itu. oya, sekolahku hampir tiap hari. kaya di petra. hanya sabtu dan minggu libur. padahal sebelumnya aku pikir pertemuannya bakal 2-3 hari seminggu. jam belajar mulai 09.00-15.15. wis, pokoke kaya kuliah s-1 lagi. jadi belum punya kesempatan untuk jalan-jalan sampai sekarang. bahkan ke pantai bondi yang cuma berjarak 2 kilo pun belum.

aku break makan siang sama joong il...hehehe...calon gebetan si vera (ver, aku sudah bilang ke dia kalo ada cewek indo mau kenalan. dan dia bilang looking forward to it). kita pergi ke foodcourt. dia bawa makan siang sendiri sedang aku beli setangkup burger di mcd. kita ngomong banyak soal dirinya. si joong il ini tengah mengembara. dia sudah hampir lulus dari jurusan akuntansi di korea sana. dia ngambil cuti, travel, dan cari pengalaman kerja. dia ikut seorang pendeta korea. joong il sudah pernah bekerja sebagai kuli, tukang cuci piring, dan lain-lain untuk membiayai travelnya. joong il cerita kalo dia sudah punya pacar di korea sebenarnya. si cewek nih guru tk. tapi dia merasa sudah kaya nggak pacaran sekarang. dia nggak tahu apakah pacarnya masih sayang sama dia; apakah masih seti dengan dia. sudah jarang telpon dan nggak pernah ngemail lagi. so, come on, girls!

aku pulang agak sore. harus balas e-mail anak-anak writing. pulang naik bis lagi. aku turun sebelum waktunya. takut kebawa sampai tengah kota. ternyata masih kurang satu kiloan dari rumah manuel. sampai rumah aku langsung bikin assignment. setelah selesai aku suruh si jen untuk check grammarnya...hehehe...anak smp ngecheck grammar arek ma. ternyata jen belum tahu beberapa kata. margie ikut bantu. setelah itu makan malam. margie masak nasi. sayangnya lauknya kurang sesuai dengan seleraku. aku makan cukup sedikit.

setelah itu aku berdua saja dengan manuel. margie dan jen menghadiri sebuah pesta (jes? baru sekali saja aku bertemu dia. entahlah dia di mana. mungkin sekolah di asrama). manuel main play station rugby. katanya itu untuk terapinya...hehehe. kita ngomong banyak soal indonesia sama australia. tentang corby, tentang bom bali, tentang aborigin, tentang kelas pekerja australia. kita juga ngomong tentang negara nenek moyangnya, yunani. sudah 25 tahun dia tidak berkunjung ke sana.

setelah itu kita nonton tv. channelnya buuuuaaaaaannnnnnnyaaaaaaak sekale. kita pilih nonton thai boxing. nah, di sini aku juga bisa ngomong banyak. khan aku pernah di thailand dan lihat pertandingan thai boxing langsung di stadion lumpini. sayangnya nggak lama. manuel sudah ngantuk dan pamit tidur. aku terus lihat discovery channel sampai margie dan jen tiba. kemudian aku masuk kamar. mendekati meja belajar, menaruh jari di tombol lampu duduk, dan....


FLAP!



No comments:

Post a Comment