sketsa-sketsa yang keras kepala

5/05/2006

beta tan peng liang zonder kuntauw

semarang...jauh lebih layak dihuni dibanding surabaya. nggak terlalu macet. masih punya trotoar-trotoar lebar. beberapa bangunannya berkarakter. orangnya sopan-sopan...kadang-kadang aku heran sendiri bagaimana si brutus itu bisa berasal dari kota yang menyenangkan ini? tapi aku baru ingat kalo dia produk kota lain yang emang terkenal sebagai penghasil tukang intrik. semarang? kayanya tak mungkin.

di semarang ini juga aku akan menanam dan meninggalkan kebaikan. cinta begitu? mau khan? di semarang ini aku akan membuatmu bahagia, seperti tan peng liang kepada tinung. kau harus ingat bahwa di tubuhku, dari mama, mengalir darah 'tan', hokkien, dan pedagang. lalu apa kekuranganku dari tan peng liang kecuali bahwa aku tak bisa kuntauw?

bukan, sayang, aku tak menyamakanmu persis seperti tinung. yang terang kamu bukan ca bau kan. bukan juga nyai seperti mak-ku. dan aku yakin akhirmu akan jauh lebih baik dari tinung. kamu jauh lebih pintar darinya. tapi memang kalian sama cakepnya...hehehe...sama-sama pandai menyanyi, dan sama-sama tangguhnya!

sudahlah, lupakan yang sudah-sudah. sore nanti kita berjalan-jalan mencari kelenteng tan. kalo kau minat, kita bisa mengucap yang tak terucap di sana.

bagaimana, nung?

No comments:

Post a Comment