sketsa-sketsa yang keras kepala

5/12/2006

uar-uar

sudah satu minggu ini aku nggak ngisi blog. selain emang sibuk dengan perkuliahan yg mulai berjalan lagi, aku lagi nggak gembira. mhhh, sebenarnya sangat gembira sich , cuma kurang lengkap gitu...hihihihi...bingung ya?!

ya, diajeng, aku sebenarnya bingung apa yang harus kulakukan terhadap tantangan terbaru kita. aku sempat berharap kamu tahu apa yang aku tidak. ternyata kita sama-sama bingung hehehe...oalah, diajeng...katiwasan, katiwasan...

aku sempat berjongkok di antara dua kutub yang sama-sama mengesankan. menunggu dan berbuat. masing-masing menyimpan janji gilang-gemilang. masing-masing menyimpan kengerian yang malas untuk dibayangkan. tapi lambat laun aku sadari bahwa, sementara menimbang, aku sebenarnya sudah memilih untuk menunggu.

dan, diajeng, kamu tahu aku tak pernah berbakat untuk menunggu. bisa, tapi tak berbakat. kaki dan mulutku sudah gatal untuk dihantar. hadapi, sepahit apapun, lalu selesaikan. begitu kira-kira modelku bertahan hidup. mungkin aku sedikit takut, jika itu pertanyaanmu. tapi aku lebih takut ketika semua di depanku buram seperti kaca di musim hujan.

apakah aku harus menunggu beberapa waktu lagi? menunggu biar kepercayaan itu jadi mati sama sekali? atau, jangan-jangan, menunggu kepercayaan bangkit kembali dengan sendirinya? seperti kata gus dur, ada masalah yang memang tak perlu diselesaikan dan justru lebih ruwet kalo diselesaikan? apakah masalah ini yang jenis demikian, diajengku? aku butuh uar-uarmu.

No comments:

Post a Comment