sketsa-sketsa yang keras kepala

10/17/2006

pembangunan dinasti ini

pembangunan dinasti ini tak boleh berhenti. aku harus mulai berbenah-benah dan kembali ke jalan yang kaya kemungkinan. tak peduli kaki masih berdarah-darah, aku tak boleh tak melangkah. sebab kelemahan adalah kematian, sebab kekuatan adalah nyawa. aku ingin mati muda, tapi bukan sekarang. harus kutemukan dulu dua pasang mata yang akan mengiringku pergi ke perjalanan yang tak bisa lagi ditulis.

mungkin aku akan pulang dulu ke rumahku. akan kuhabiskan waktuku sekian matahari untuk merawat kedua orang tuaku yang semakin hari semakin rapuh digerogoti waktu. pada saat yang sama aku ingin membagi apa yang sudah aku ketahui dari perjalanku pada kakakku. aku berharap dia belajar sesuatu, termasuk dari kegagalan-kegagalanku. biarlah dia belajar bangga dengan kemanusiaannya.

sebuah dinasti yang kokoh harus dibangun di atas batu karang. orang tuaku harus karang. keluarga kakakku harus karang. keponakanku harus karang. sebelum semua terwujud, laki-laki ini akan menguatkan diri untuk tak mengangkat kopor kembali.

sebuah perencanaan? sudah beberapa bulan terakhir kujauhi perencanaan. kukutuk hal yang sudah melekat padaku sejak lahir. kusangkal diriku sendiri. atas nama kekecewaan. atas nama mfa. atas nama kekecewaan yang bodoh! aku boleh jatuh. ya, boleh, jutaan kali bahkan. namun aku tak boleh tak bercita-cita.

swamiji suatu saat pernah berkata: manusia dengan cita-cita mungkin akan membuat sejuta kesalahan. namun manusia tanpa cita-cita akan membuat berjuta-juta kesalahan.

maka: ke depan!

No comments:

Post a Comment