tadi malam aku agak suntuk. dan seperti biasa udara datang dan membujukku. akhir-akhir ini malam panas sekali. hujan belum juga sampai rumah. bagaimana di sana?
cerita bergelung-gelung. memenuhi gedung. mengintip di sana-sini. di belakang punggung. sampai di sini aku tega-teganya tertawa. tega-teganya aku terkenang barthes. tega-teganya aku memikirkan 'kematian seorang penulis'. tega-teganya aku menghubungkan cerita kita dengan filsafat.
kesuntukan yang lain adalah menyaksikan seseorang yang lebih suntuk mengajariku bagaimana supaya tidak suntuk. ya, bapa, selamatkan aku dari para pengikutmu.
tapi, besok sabtu. ya, ampun, kenapa aku merasa paulo menuding-nudingku sebagai gila.
...orang yang terus menunggu akhir pekan meski tahu minggu siang adalah neraka.
sketsa-sketsa yang keras kepala
11/10/2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment