sketsa-sketsa yang keras kepala

1/05/2007

kado tahun baru

yang bisa kukatakan tentang tahun lalu adalah: what a year! dan begitu pula yang bisa aku ramalkan tentang tahun ini. aku rasa untuk 2-3 tahun ke depan aku masih belum bisa pada posisi menikmati. kehidupanku akan masih penuh pergolakan. years of turmoil. aku masih dikutuk untuk terus meraih dan meraih. berjuang dan terus berjuang. kabar baiknya, kawan, ini membuatku jarang mengeluh bosan. sedih, sering. senang, tak kalah sering.

tanda bahwa tahun ini masih tahun kejutan adalah kado tahun baruku. siapa sangka satu-satunya kawan sejati yang aku pernah miliki, yang tiba-tiba hilang tak tentu rimba satu tahun yang lalu, yang aku duga tak akan pernah bisa kutemui lagi bahkan sampai maut memisahkanku dengan para pemeran pembantu, tiba-tiba muncul begitu saja persis pada tanggal 1 Januari. mataku tak bisa tak meleleh menerima anugerah kehidupan ini.

lalu joong il bercerita tentang baladanya. setelah kembali ke korea dari oz januari tahun lalu, dia berusaha mencari kerja. kehidupan di korea sekarang secara kualitatif relatif tak berbeda dengan di indonesia. anak negeri kesulitan mencari kerja. pabrik-pabrik banyak yang tutup. pengangguran di mana-mana. jumlah orang gila karena stres meningkat, dan semacamnya. joong il tak kunjung mendapat kerja yang dia dambakan. kekasihnya tiba-tiba meninggalkan dia begitu saja. dan kawanku yang jauh lebih sensitif dari aku yang sudah termasuk kategori memalukan ini harus teronggok di pojok kamarnya, seperti kain basah.

karena itu dia tak kunjung menghubungiku. dia ingin aku menjadi bangga kepadanya. dia terus berjanji pada dirinya bahwa dia akan segera menghubungi jika dia sudah berhasil. namun keberhasilan itu berulah seperti godot. jika kalian mengenal joong il seperti aku mengenalnya, kalian tak akan menganggap ini alasan romantik yang kampungan. kalian tahu betapa rendah kadar kepercayaanku pada niat baik. jadi lebih baik kalian turut percaya dengan alasannya.

sekarang dia sudah kembali ke oz. mencoba bertarung kembali. memukul dan memukul sampai nasib buruk sendiri bosan. joong il kembali bekerja di restoran sushi yang dulu. restoran yang menopang hidup kami sekaligus kerap kami kerjai. mulai minggu depan dia akan belajar kembali. aku belum tahu apa.

tentu aku bercerita tragediku juga. roman picisan, lebih tepatnya...hehehe... dan kututup dengan seruan wajib orang kecewa sedunia: joong il, let's fight back.

No comments:

Post a Comment