sketsa-sketsa yang keras kepala

1/11/2007

kamu, pasti

mendengar ceritamu beberapa malam lalu, aku seperti dituntun kembali ke dunia yang tak pernah ingin kucairkan. tapi biarlah kudengarkan. aku terlanjur suka mendengar suaramu. terlebih caramu memeriksa apakah aku masih mendengarkan. mungkin kamu tak tahu bahwa separuh, kurang atau lebih, dari yang kamu beber sebenarnya adalah aku.

dengan demikian aku mereka-reka terbuat dari apa sebuah kehangatan. dan, tentu saja bagaimana sebuah kebekuan terbentuk. dan mau tidak mau aku kembali membuka-buka kembali dokumen-dokumen lapuk (atau kulapukkan). setelah penelitian yang sederhana namun jujur, aku harus mengakui bahwa kebanyakan aku lebih tekun menyusun kebekuan (meski waktu itu aku berfikir aku tengah melakukan yang sebaliknya).

tapi mungkin jauh dari dugaan kebanyakan orang, aku menemukan bahwa justru pengakuan ini begitu memerdekakan. bahkan, puji semesta, begitu menghibur. sebab oleh karenanya apa yang sudah terjadi antara aku dan dia adalah akibat wajar (dan, penuh) dari perbuatanku sendiri. aku terlalu narsis untuk mempercayai aku tak tahu apa-apa, tak berbuat apa-apa dan tak bersikap atas kebekuan itu.

jika ada yang menahanku untuk mendongeng juga, itu adalah aku mulai takut kehilangan lagi. segentar aku dengan perasaan yang pernah menghajar aku itu. di sini kamu boleh tertawa sepuasnya. namun, sebentar, berhentilah dulu. harus kugaris-bawahi bahwa pada saat yang sama aku memiliki setengah, kurang atau lebih, yang lain. yang kubutuhkan cuma anggukan api. lalu duduklah kembali. akan kurawat sendiri. beserta lepuhnya. akan kuperbesar, besar, membakar dan pada saatnya nanti akan kubakar kamu juga. tentu dengan rengkuhan yang hanya pernah kutemui, sialnya, di film porno mandarin.

tapi aku sudah membaca, seperti halnya kegembiraan dan kesedihan, kehangatan dan kebekuan bukan sisi dari koin yang sama. keduanya adalah dua koin yang berbeda; entitas yang independen, yang tidak mempengaruhi satu sama lain. menjadi gembira bukan berarti berkurangnya kesedihan vice a versa. kebekuan dengan demikian bukan berarti berhentinya kehangatan dan sebaliknya. jadi keduanya hadir. tapi dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah kurentang, aku akan menyerang neraka dan menjarah apinya.

dan, aku hanya memikirkan ini untuk kamu. aku belum pernah membakarmu. dan masih banyak dari dirimu yang bisa dibakar.

No comments:

Post a Comment