menemukanmu lagi di lanskap yang semuanya perak. ambil satu tanganku dan mulai mencairlah. sepulang kerja, di jalan yang jarang truknya, menerjang remah-remah merkuri, beserta kegigilan yang segar, kukuak tingkap ingatan pelan-pelan. seperti ketika membaca hujan, yang ada cuma keharuan, kisaran yang enggan sedih apalagi senang.
kita dulu pernah hebat dan sekarang semakin menghebat.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment