berusaha mengingat-ingat kembali kata-kata itu. kata-kata konyol itu. kata-kata dari otak penulis naskah mata duitan itu. kata-kata dari mulut aktor yang cuma tampan itu. kata-kata dari dari film bodoh itu. kata-kata yang menutup hari-hari victorianku.
sudah kulakukan apa yang kata-kata itu tuntut. namun saat tuntutan itu sudah hampir kupenuhi, baru kusadari aku sudah lupa kata-kata itu sendiri. mantra? mungkin juga. konon, menurut seorang resi yang sungkan untuk kusebut di sini, “mantra menjadi sempurna saat sang pengucap tak mengingat apa yang dia ucapkan.” dus, dia sudah lupa dengan mantra itu sendiri karena mantra itu sudah menjadi bagian integral dari dirinya.
meski terlalu ngepop? adakah yang pernah mengatakan bahwa mantra harus terdengar seram atau khidmat? siapa yang pernah mengatakan mantra tak boleh datang dari film semacam shakespeare in love?
hehehe...jayus, ya?
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment