27. gembira sekali tahun ini aq masih mendapat kesempatan untuk memperingatinya bersama segenap anggota keluarga. ah, apalah artinya laki-laki 27 tahun ini tanpa mereka? seperti tahun lalu, kami memperingatinya di sebuah rumah senyap di salah satu bukit yang aku sukai. seperti tahun lalu, keluarga kakakku turun dengan formasi lengkap. seperti tahun lalu, keluarga tante nanik meluangkan waktu dan tenaga untuk menyenangkan keponakan dan sepupunya yang tidak baik-baik amat ini. padahal pada saat yang sama mertua tante sedang menjalani kemoterapi. semesta terima kasih untuk mereka.
ulang tahunku kali ini juga dimeriahkan dengan keikutsertaan keluarga tanteku yang lain, tante tutik. selain itu, tahun ini kami juga kedatangan bintang tamu: nyonya tarah, mantan bunga desa sidowaras, janda tuan tlt, ibu suri dinasti tlt, ibu dari nyonya t. hartini dan nenek dari tuan dewey setiawan nan agung hehehe. asal tahu saja, sesuai pengakuan beliau sendiri, tuan dewey setiawan adalah cucu yang paling beliau sayangi. dari sepuluh anak dan berpuluh-puluh cucu beliau, hanya tuan dewey setiawan yang dipilih mewarisi ilmu klenik dari beliau...hehe.
hari pertama tak ada acara yang langsung berhubungan dengan ulang tahun. kami sibuk makan, minum, curhat dan bercanda. jarang sekali kami bisa berkumpul dan bersenang-senang bersama seperti saat itu. begitu terus sampai malam hari. seperti biasa, aku memimpin sepupuku yang seluruhnya masih abg itu melakukan kenakalan-kenakalan kecil. puncaknya aku 'menghimbau' mereka berenang malam-malam. wuadem en sweger, bhuos....hehehe. yeah, renang kegiatan yang sangat aku sukai meski tak pernah bisa kujadikan hobi.
esok paginya aku dibangunkan oleh aroma mi goreng. mama ternyata membuatkanku sepiring besar mi goreng lengkap dengan telur yang diwarnai. ngantuk campur haru. kemudian dalam keadaan setengah sadar tuan dewey setiawan diseret ke balkon untuk acara ulang tahunan. seperti tahun lalu, ada acara tiup lilin, nyanyi hepi birthday, biskuit ayat, kuis dan wejangan. soal tiup lilin, kalo tahun lalu lilinnya dilesakkan ke kue black forest, kali ini ke tumpukan kue sus. kata tante nanik ini ada filsafatnya. tumpukan kue sus itu tampak seperti tumpukan batu. itu melambangkan perjalanan hidupku yang meniti dari batu ke batu untuk mencapai puncak...cie...hehe. kebetulan aku juga bekerja di petra yang berarti batu karang. selain itu, itu juga mengandung harapan agar aku tetap melestarikan sifat kepala batuku...hehehe.
yang dimaksud dengan biskuit ayat adalah cracker yang ada tulisan ayat alkitabnya. tante nanik yang membelinya. masing-masing dari kami di minta mengambil selembar dari kotak dan membacanya keras2. tahun ini aku kebagian ayat yang berbunyi: "jangan lagi ada perasaan benci". tanpa dikomando segenap mulut-mulut yang tak bertanggungjawab berteriak riuh rendah begitu aku selesai membacanya. apalagi ada gambar cinta di bawah ayat itu...hehehe...diperlukan waktu tak kurang dari 5 menit untuk meredakan pembantaian yang menyenangkan itu.
om maju dengan memamerkan ang pau yang nyalang tebalnya. barangsiapa bisa menjawab pertanyaan darinya akan mendapatkan ang pau itu. om bercerita pagi itu dia berdiskusi dengan papa tentang sejarah, terutama sejarah perang paregreg pada sekitar tahun 1401. pertanyaan, jika 1401 ada perang paregreg, ada apa di 1730? lovin, sepupuku, menebak itu jam kelahiranku. salah, sebab aku lahir sekitar pukul 05.30, tepat saat adzan subuh. papa menjawab itu adalah waktu hujan abu pada saat gunung agung di bali meletus. gak nyambung. terlalu jauh. aku menjawab di 1730 ada angka. terlalu plesetan, katanya. setelah semua menyerah om memberikan jawabannya. di 1730 ada adzan maghrib...hehehe. karena tidak ada yang bisa menjawab, ang paunya diberikan ke yang berulang tahun. ternyata jumlahnya 27 ribu.
setelah quiz bubar, papa meminta waktu untuk memberi wejangan. beliau membahas sebuah pernyataan filsafat jawa kuno yang berbunyi giri lusi tan kena dihina. giri berarti gunung. lusi berarti rumput. tan kena dihina berarti tak bisa dihina. well, kalian bisa menebak kira-kira artinya apa. tapi in case kalian lagi males mikir....hehehe....setinggi-tingginya gunung masih bisa ditumbuhi rumput di puncaknya. jadi aku tak boleh meremehkan siapapun, terutama yang kelihatannya nggak penting. papa menambahkan meskipun pendidikan formalku cukup baik belum tentu bisa menabuh gamelan satu ancak. setiap orang pandai menurut bidangnya masing-masing. nggak nyangka ternyata papa punya kesadaran tentang multiple intelligences nech...hehehe.
setelah itu bubar. yang tua-tua melanjutkan curhat seperti hari sebelumnya. yang muda-muda nyebur ke kolam lagi sampai jam pulang. rasanya tak ingin keluar dari berkubik-kubik air itu. tapi segala sesuatu ada masanya. kami mengakhiri hari yang menyenangkan itu dengan turun ke depot mbok sri di pasuruan sebelum pulang dan menghajar hujan!
ingin melihat penampakan the birthday boy and his great family? langsung aja klik di sini
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment