sketsa-sketsa yang keras kepala
12/12/2007
hai hati
jika matamu meredup seolah cahaya menjadi terlalu jahat untuk bumi, yang bisa kau lihat hanya wajah yang pernah kau coba habisi pada malam-malam terburukmu, tapi kali ini kau mulai melihatnya seperti hadiah ulang tahun ketujuhbelasmu, lalu nafasmu mulai melamun seperti usia itu sendiri, cuma mengambil berkubik-kubik sitrus di udara, berselingan dengan bau tanah basah di kebun, dan kau mulai yakin itu bau yang pernah kamu tunggu setiap akhir pekan, kemudian lamat-lamat kau dengar suara dari suatu masa sebelum sekarang, yang kau ingat adalah gemuruh air yang berloncatan dari tebing, tapi ketukannya semanja hujan pelan di sore yang segan, lalu tubuhmu meringkuk tergoda angin segar gencar dari luar pagar, dan begitu saja kau paham sejak itu kau tak perlu mandi untuk selama-lamanya, seolah-olah ada yang memelukmu dari belakang sampai maranatha, terima dan tersenyumlah, sayang, sebab kau tak akan pernah bisa lepas dari pengirimnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment