sketsa-sketsa yang keras kepala

1/10/2008

kenalan lama dan baru

ketertarikanku pada psikologi terapan beberapa bulan terakhir mau tak mau menyeretku kepada psikologi teoritis. setiap manusia dengan akal sehat dan keingintahuan tentu tak akan puas hanya dengan praktik-praktik yang sukses ataupun yang gagal. dia akan mulai bertanya tentang kenapa sebuah praktik bisa sukses dan yang lain tidak dan, akhirnya, apa yang bisa menentukan kesuksesan dan kegagalan. dari bagaimana ke kenapa dan apa. dari know-how ke knowledge.

ini sebenarnya seperti kunjungan ke kenalan lama. waktu kuliah dulu, aku mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan teori-teori besar psikologi seperti psychoanalysis, anima & animus, quest theory, maslow's theory, dan beberapa lagi yang lain. teori-teori tersebut, yang mungkin sudah dianggap kadaluarsa di disiplin psikologi sendiri, diajarkan demi memperkaya pendekatanku ke karya-karya sastra. kenalan, bukan kawan, sebab betul-betul sedikit yang aku ketahui.

sampai sekarangpun, kami belum juga bisa disebut kawan. masih banyak yang harus kami lewati bersama. kami belum mengecewakan satu sama lain, hal yang vital dalam perkawanan. kenalan lama ini justru memperkenalkanku ke kenalan-kenalan baru yang tak kalah menarik. salah satunya adalah evolutionary biology. apa pula itu? fokus, tuan dewey!

mungkin tidak untuk hal ini. ini adalah pengembangan diri. aku tak akan membuat pagar-pagar di daerah ini. aku akan menjadi seliar mungkin dan seboros mungkin di sini. lain ceritanya jika soalnya adalah pengembangan profesional. fokus adalah segala-galanya. tapi, ngomong-ngomong, kapan terakhir kali aku melakukan pengembangan profesional?

mungkin waktunya menulis cerita baru atau menyelesaikan artikel itu.

No comments:

Post a Comment