sketsa-sketsa yang keras kepala

2/28/2008

pertempuran melawan protein


tanyamu: apakah taman ini tak cukup indah tanpa cerita tentang peri-peri di pangkal daun?

bukannya aku gemar bermimpi. pernah dulu kupikir begitu. tidak. sekali-kali tidak. aku hanya tak bisa tak melakukannya. ada sesuatu yang digodam ke kepalaku sebelum aku menyadari bahwa ada aku atau aku ada. tanpa persetujuanku. kau tahu itu.

bahkan aku tak pernah ditanya apakah aku setuju untuk memiliki apa yang kau sebut sebagai kesadaran. tapi, haruskah aku memperpanjang omelan ini? ingin aku. tapi ini hanya usaha memperpanjang kesesakan.

dengan mimpi kau membuatku merasa perlu melemparkan kaki. memastikan aku tak pernah berhenti. sebab pada diam sejati, kau tak berpengharapan. baiklah aku turut dalam jalanmu. demikian baik hingga satu waktu kau akan kutumbangkan.

demikianlah akan datang suatu masa di mana aku bisa menyebut suatu gambar sebagai mimpiku sendiri. sendiri, tapi.

tanyamu: apakah tubuh ini tak cukup elok tanpa cerita tentang perasaan-perasaan yang menakjubkan?

aku tak bisa tak bermalas-malasan. di atasmu, tapi.

No comments:

Post a Comment