sketsa-sketsa yang keras kepala

2/25/2008

e-fest dan berbicara dua kali

tak terasa e-fest sudah datang kembali. seperti tahun lalu, ada beberapa perlombaan yang diselenggarakan. berbeda dengan tahun lalu, tahun ini jumlah peserta tampaknya tidak menjadi masalah. semoga ini bisa menjadi cermin, meski jauh dari akurat, jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun ini. aku belum tahu persis dibalik kenaikan ini karena aku sedikit terlibat dalam perencanaan dan penyelenggaraannya. fakultas lebih banyak berperan sebab kami di jurusan harus berkonsentrasi pada kurikulum dan pendaftaran rencana studi, yang tak kunjung terurai keruwetannya.

tapi itu bukan berarti kami tak membantu. sebisa mungkin kami memberikan kontribusi, meski sebatas pada tataran menjadi pengisi acara. nah, dalam e-fest kali ini ada lomba baru, yaitu rally campus. kebetulan seluruh tim peserta tak bisa berangkat bersama-sama. separuh menunggu, separuh berangkat. separuh berangkat, separuh menunggu. panitia mendapat ide jenius untuk memanfaatkan waktu tunggu tersebut untuk mempresentasikan profile jurusan. mereka menyebutnya sebagai acknowledgement hehehe.

sudah pernah kusebutkan di sini bahwa aku ingin membentuk tim promosi jurusan yang kecil, solid dan siap-sedia. prototipe tim itu sudah mulai terlihat dan bahkan sudah diujicoba dalam beberapa kesempatan. fakultas sudah mengerti tentang ini dan oleh karena itu langsung menghubungiku ketika ide presentasi profile itu muncul. berusaha konsisten dengan sifat yang ingin kumunculkan dari tim, aku menyatakan bersedia dan siap. melihat beban dan keterbatasan waktu, aku memutuskan untuk tidak mengajak ibu-ibu yang kerap membantuku dan mengerjakannya sendiri.

secara umum, hasilnya tidak buruk. paling tidak tak ada yang melemparku dengan bunga ...dengan potnya hehe. dan melihat dari jalannya kuis yang kuberikan sesudah tiap presentasi, aku rasa mayoritas pendengar mengikuti presentasi dengan cukup baik. namun demikian ada beberapa masalah yang perlu kucatat di sini demi perbaikan:

yang pertama, berbicara tanpa henti selama tiga jam menghancurkan stamina. ada 2 kali presentasi yang harus kulakukan. tiap presentasi menghabiskan 1,5 jam. tidak lebih dan tidak kurang, demikian kata panitia. mereka tidak mempersiapkan plan b jika aku kehabisan bahan hehe. jeda antara presentasi pertama dan kedua 45 menit. aku, secara harafiah, langsung jatuh sakit setelah menutup presentasi keduaku. sore itu juga kakakku harus memanggilkan tukang pijat dari tambak sumur untuk membangkitkanku dari alam meriang.

aku tak langsung sadar bahwa ini adalah rekor terbaruku. bukankah panjang rata-rata mata kuliah yang aku ampu juga 1,5 jam? aku lupa bahwa saat mengajar aku seringkali mengambil jeda dengan meminta mahasiswa mengerjakan ini-itu. belum lagi memulai kelas lebih lambat atau memulangkan mereka lebih cepat...hehehe. tapi kali ini, sekali lagi, tidak lebih dan tidak kurang.

yang kedua, membicarakan hal yang sama dua kali akan menghancurkan antusiasme. saat memulai presentasi yang kedua, aku langsung tahu bahwa ini tak akan sebaik yang pertama. secara resmi pendengarnya memang berbeda. namun ada beberapa orang yang sudah mendengarkan presentasi sebelumnya seperti guru pendamping dan panitia sendiri. aku merasa aneh untuk mengulang joke-jokeku tapi pada saat yang sama tidak siap dengan yang baru. dan presentasi itu terasa begitu berat.

selanjutnya, tunjungan plaza, 1 maret 2008.

No comments:

Post a Comment