dengan rintihan, sebuah dunia baru tercipta. pegang kudukku. tundukkan kepalamu. mari menjerang mata air. mari menggambar ngarai. mari memisah-misahkan awan.
dan tahu ada yang tak mau dikenang. ada yang hadir hanya untuk dicerap.
saat kau gugup dengan masa lalu dan tersengal-sengal dengan masa depan, ingatlah, sayang, bahwa kau...
adalah sungai yang deras.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment