sketsa-sketsa yang keras kepala

2/21/2008

jadikan aku terus-menerus terganggu

mendapat tugas untuk mengotak-atik evaluasi diri universitas lagi. ini adalah kali ketiga aku bergabung dalam tim evaluasi diri dan kali kesekian dalam kegiatan level universitas. tak bisa kupungkiri bahwa banyak sekali yang kupelajari dengan mengikutinya. utamanya adalah melihat bagaimana orang dari ranah lain memandang dunia dan menyelesaikan persoalan. beberapa kawan malah mengatakan keterlibatan ini adalah janji masa depan yang gilang-gemilang, apalagi menilik usiaku sekarang.

tapi, aku tak pernah melihat seluruh gegap-gempita institusional sebagai karir. aku tetap ingin menjadi guru sastra yang baik dan penulis cerita yang bahagia. lepas dari itu, mana mungkin aku bisa bangga dengan apa yang kulakukan di level universitas sementara aku belum bisa membenahi jurusanku sendiri. kebanggaan tanpa otoritas moral. aku khawatir penunjukan yang terjadi bukanlah berdasar pada kinerja seseorang, tapi lebih pada perkiraan bahwa tak banyak yang bisa dia kerjakan di jurusan. karena jurusanmu sedang turun, maka kau tak punya banyak pekerjaan. daripada kau menganggur, maka bantulah universitas.

puji semesta aku merasa sangat terganggu.

No comments:

Post a Comment