sketsa-sketsa yang keras kepala

2/05/2008

sementara tentang masalah purba


masalah purba itu ada. semesta ini terlalu teratur dan harmonis tanpa sejenis pengatur atau paling tidak pemula. bahkan kekacauan pun adalah hasil atau bagian dari sistem yang teratur. tapi dia bukan persona. bukan makhluk dengan sifat-sifat khusus, lebih-lebih sifat-sifat manusia, bahkan dengan tambahan maha di depannya.

menobatkannya sebagai makhluk maha akan mengingkari keberadaannya sendiri. mengutuknya menjadi kekuatan yang tak etis; menjadikannya kekuatan yang tak harmonis. bagaimana menjelaskan kemahaadilannya dan kemahatahuannya? bisakah dia mengutuk seseorang sebagai jahanam jika dia tahu sebelumnya atau bahkan menentukan bahwa orang itu akan menjadi jahanam?

ya, masalah purba itu menentukan. tapi bukan menentukan jalan cerita orang demi orang atau membuat mukjizat. dia menentukan melalui hukum-hukum alamiah yang kita hidupi tiap hari. hukum-hukum itu memberikan kita pilihan-pilihan yang khas dan terbatas. dengan demikian kebebasan kehendak secara absolut hanya ada di mimpi-mimpi gila. seseorang bebas melaksanakan kehendaknya untuk membunuh, tapi kehendak itu sendiri dibentuk atau dipengaruhi oleh hukum-hukum alamiah.

seperti kata pria jerman dengan rambut model count dracula itu: "manusia bebas melakukan apapun yang dia kehendaki, tapi tidak menghendaki apa yang dia kehendaki."

koma.

No comments:

Post a Comment