meski tergolong salah satu yang paling panjang, akhir pekan ini jelas bukanlah salah satu yang terbaik. imlek berlalu tanpa kesan, bahkan cenderung menjemukan. penantian akan datangnya tahun tikus, yang konon menurut suhu acar merupakan titik balik bagiku, berakhir antiklimaks. tahun lalu aku jauh lebih bersemangat. mohon maaf untuk handai taulan sekalian. kamar mencekamku demikian dalam.
hari jumat aku sengaja cuti untuk mempersiapkan sosialisasi perubahan struktural yang harus kulakukan pada acara social gathering, senin besok. tapi ini membuatku sedikit ketinggalan perkembangan terakhir tentang acara social gathering. merasa ketinggalan adalah salah satu perasaan yang tak begitu kusukai. aku harus mengejar ketertinggalanku ini dengan bertanya dan menjawab lewat pesan singkat.
terdapat masalah lain. universitas sudah menggariskan perubahan struktural yang harus kami selesaikan secepatnya. ini memaksa kami untuk memanfaatkan even yang tersedia minggu depan, termasuk social gathering besok. kami rencanakan untuk melakukan sosialisasi perubahan tersebut. Sebelumnya bahkan sempat dipikirkan untuk tidak hanya melakukan sosialisasi, tapi juga mengambil keputusan. untunglah disepakati untuk melakukan pengambilan keputusan pada hari jum'at dalam acara resmi.
aku memikirkan bagaimana cara mengintegrasikan urusan formal ini ke dalam social gathering. ada 2 pilihan yang sama sulit. pertama, melakukannya pada saat kami berhenti untuk makan siang dalam perjalanan menuju bukit lokasi acara. ini memang meminimalisir resiko merusak suasana santai yang ingin dihadirkan dalam social gathering. tapi ini menghalangiku untuk memberikan informasi secara komprehensif. aku tak mungkin berpresentasi di restoran. apalagi ketika orang-orang makan. yang kedua, di lokasi, dengan presentasi, power point dan handout. informasinya mungkin bisa lebih komprehensif, tapi suasana formal mau tidak mau akan hadir.
aku tak yakin apakah pemikiran ini yang membuat sabtu dan minggu menjadi abu-abu juga. atau sudah waktunya untuk membayar semangat demi semangat yang kupunguti tiap hari. waktunya memasukkan seluruh keraguan yang selama ini tertahan di pesisir. setiap sistem menyimpan titik kekacauannya. waktunya untuk menghancurkan diri dan menciptakan tatanan baru.
ke bukit kembali...untuk memulai...atau cuma mengulangi.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment