sketsa-sketsa yang keras kepala

3/26/2008

hormat kepada hari

ini badan yang melapuk atau cuaca yang bertingkah? dulu, dingin paling tidak berarti influenza. dulu, tak ada penemuan ilmiah yang lebih memukauku selain pendingin udara. dulu, tak ada damai di apartemen tanpanya. kipas angin sebesar apapun tak mampu membuatku melipat-lipat badan. dan jas hujan adalah aib terbesar dalam perjalanan.

tak ada lagi air yang mencurat-curat dari kepala, kini. bergidik melawan 7 sore antara surabaya dan dprk (democratic people's republic of krian). memamah soto tanpa melepas jaket dan mengganyang tisu. melukis bantal tanpa kipas. hai, seteru, banyak keterampilan-keterampilan baru yang kukuasai hari-hari ini.

kamu tentu juga tengah mempelajarinya? berapa usiamu? menjelang 30 juga? oya, kakakku berulang tahun ke 31 kemarin. belum ada dingin yang mendidih di tengah matanya. seperti tuduh orang-orang yang kejam, mungkin orang tua kami berbohong urusan kakak-adik ini.

aku mau tersenyum seribu tahun lagi.

No comments:

Post a Comment