sketsa-sketsa yang keras kepala

3/14/2008

hujan rasa lemon

yang segar adalah hujan rasa lemon. penganan dewa, untuk kawan-kawan yang berkendara. mereka yang menjelajah. bukan untuk yang menempa baju. bukan yang semakin sopan. bukan untuk yang baik-baik saja.

tahu aku tentang revolusi spring bed dan kacamata bundar. demi tuhan tak ada yang salah darinya. tapi seperti semua pengaso tahu, setiap henti menyimpan dendam baru. diri ini, sayangku, adalah mesin tua, keluaran pra natal, dirancang untuk badai, bukan untuk rumah susun. ketakjuban ini, sayangku, bukanlah pilihan. bukan pula diciptakan seperti bahtera atau tabut perjanjian.

hujan lemon membawa gigil...bahkan jauh ke pinggir. menyayat dalam. seperti redup mata ketika puncak itu rebah.

No comments:

Post a Comment