hari ini aku memberhentikan diri untuk datang ke sekolah. kamis adalah waktu terbaik bagiku untuk mengambil cuti yang cukup jarang kunikmati. jum'at terlalu penting untuk kutinggalkan sebab kebanyakan kegiatan di tempat kerjaku berpusat di hari itu. tak seperti tuhan seru sekalian alam, aku berhenti di hari keempat, enam, dan tujuh. betapa beruntungnya menjadi ciptaan.
kali ini aku tak sekedar beristirahat setelah bekerja di dua tempat, dua atasan, tapi dengan satu seperempat gaji...hehe...aku ingin menjenguk seorang kawan luka sebaya yang kecelakaan. aku bangun cukup pagi tapi baru ke rumahnya agak siang. selain menunggu dia pulang periksa dari rumah sakit, aku sibuk memecahkan kode-kode mimpiku tadi malam. mimpi yang menarik. aku bermimpi membongkar kuburan cina dan membakar satu truk tebu...hehehe. mimpi itu baru terkulai pada pukul 12 siang.
aku sampai di rumah kawanku pada pukul dua. tempat dengan nama paling puitik di seantero dunia: tanggulangin. tanggul angin. indah sekali di kepalaku. mungkin hanya mampu ditandingi oleh nama tempat tinggal pemimpin timor leste: istana debu. anyway, tak ada kesedihan sama sekali dalam kunjunganku. kami langsung bercanda sejak bertemu. tak ada yang mampu membenamkan kemampuan kererian dalam menemukan sisi jenaka dari setiap celaka. sedikit sekali berbicara tentang kecelakaan dan keadaannya. lebih banyak berbagi tentang keluarga, pekerjaan, kawan-kawan, dan tentu saja mimpi-mimpi kami. hari kami dilipat dengan beberapa bungkus nasi bebek yang lezat.
aku pulang dengan kesegaran baru. sayang sekali tukang potong rambut di depan balai desa tak mau menungguku. gondrong sampai akhir pekan.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment