sketsa-sketsa yang keras kepala

7/06/2008

:D

jika kegembiraan bisa dipecah-pecah seperti roti, aku akan memberimu satu plastik remah-remah. ingin mencium mama. mencium kakak. memeluk papa. memeluk kakak ipar. melempar keponakan ke udara. meninju lengan kawan-kawan. ah, inilah yang selalu kutakutkan. bukan jalan yang terlalu jauh. bukan elevator yang naik-turun tanpa henti. sekedar gentar membayangkan hadiah melawat seperti guruh. sudah siapkah aku jika masanya tiba?

jagad pramudita, kegembiraan tak pernah mau menunggu. sekeras rajukannya untuk berangkat lebih dini. malu aku, mengenang masa-masa merajuk pada sudut-sudut ingatan. tak pernah curiga, bahwa masa lalu pun bisa memberi hal yang baik. terima kasih untuk tetap mengingat, meski sering kali itu berarti menderita. tapi apalah artinya jika dibanding teriakan akhir ke udara?

pada akhirnya, tak ada yang sungguh-sungguh berakhir.

No comments:

Post a Comment