sketsa-sketsa yang keras kepala

7/20/2008

minggu yg penuh berkas

what a week! melelahkan namun tidak produktif. masa phk-i sudah kembali lagi. never enjoy it. really. apalagi kali ini salah satu rekan timku lagi ke amerika, sementara yang lain mertuanya meninggal. yang terakhir masih bisa meluangkan 2-3 jam ke kampus di sela-sela kesibukannya mempersiapkan penguburan. namun minggu depan dia mo ke thailand so av gotta work alone. memcoba memaknai data2 kuantitatif yang tak kunjung bermakna di kepalaku.

berbicara tentangg thailand, kami harus jatuh bangun minggu ini mengurus paspor mama. masalah pertama adalah berkaitan dengan perbedaan antara nama di akte pernikahannya dan akte kelahirannya. untuk menyelesaikan masalah ini, agen kami meminta ijazah mama sebagai bukti pendukung. justru dari sini kami baru menyadari dan menghadapi masalah sebenarnya. di ijazah mama tertulis bahwa beliau lahir 25 Juli 1957. padahal mama lahir 10 februari 1957, seperti yang tertulis di ktp dan kk. akhirnya agen kami memutuskan untuk tak menggunakan ijazah itu. eh, tak lama berselang agen kami menemukan bahwa di akte kelahiran mama dinyatakan lahir 10 februari 1958!

agen kami akhirnya menyerah meskipun aku bilang aku siap kalau orang imigrasi minta lebih. dia bilang dia takut mama dicekal kalau tetap dia masukkan berkasnya ke imigrasi. aku langsung minta tarik semua berkas dan menghubungi saudaraku yang punya kenalan agen lain. begitu berkas di tanganku aku langsung meninggalkan kantor dan mengirimnya ke saudaralu. dia bilang akan bertemu dengan agennya malam itu juga. kami harus berpacu dengan waktu sebab mama harus kumpulkan paspornya paling lambat senin besok. waktu itu sudah hari kamis. kakak iparku sampai meminta meng-sms kami semua untuk berdoa. dia sendiri, lapor kakakku, sampai ber-rosario segala.

agen saudaraku bilang bisa namun kami diminta mengurus surat dari lurah dan ditandatangani camat yang menyatakan bahwa tanggal lahir mama yang betul adalah yang sesuai akte kelahiran dan bukan ktp dan/atau kk. pertimbangannya nanti lebih cepat menyesuaikan ktp dan kk dibanding akte. jadi saat itu juga mama resmi menjadi satu tahun lebih muda dari yang sebenarnya. selain itu dia juga minta sk penetapan akte kelahiran, yang kami tidak punya. kami minta dia untuki mengurusnya di catatan sipil.

hari sabtu papa terpaksa tidak masuk untuk mengurus sebab aku harus mengerjakan revisi se untuk phk-i. tanpa kesulitan papa mendapatkan surat dari pak lurah yang kenal baik dengannya. tak lama kemudian kami diberitahu agen kami bahwa kata-kata dalam surat itu perlu ditambah. papa harus kembali ke balai kelurahan. setelah mendapat surat yang baru, papa langsung ke kecamatan. ternyata kecamatan menolak mengesahkannya karena tidak berani menanggung resikonya. resiko my ass! mereka menyarankan papa langsung merubah kk di sidoarjo. papa berangkat ke catatan sipil di sidoarjo. sebelum itu beliau ke balai desa minta surat keterangan yang ketiga kali namun kali ini tanpa kolom pengesahan pak camat.

di catatan sipil setelah beberapa argumen beliau mendapat kk baru yang setelah beliau periksa ternyata tak baru sama sekali. tanggal lahir mama tetap seperti yang lama. waktu papa menegurnya, dia malah meminta papa untuk membayar lagi. tanpa berpanjang kata, papa langsung mengiyakannya. di kk hasil revisi ketiga tanggal lahir mama sudah berubah 10 februari 1958. but you know what, waktu hampir mencapai rumah papa baru menemukan bahwa kali ini agama mama berubah menjadi muslim! o, civil servants, you dont know how much i 'love' you. dan kalian terus meminta kenaikan gaji! puh lease...

semua langsung panik kembali. kakakku menelponku. kakak ipar menelponku. mama menelponku. papa menelponku. dan aku menelpon agen dan menceritakan kemalangan ini. dia bilang tidak apa-apa sepanjang sudah dapat surat dari pak lurah. terus aku bertanya apakah dia sudah mendapatkan sk penetapan akte mama. dia malah bilang dia pikir kami masih mencarinya di rumah sehingga dia belum mengurusnya. hadoh! okay, okay, calm down, tuan dewey setiawan. tapi dia bilang akan mengurusnya senin dan akan menyusulkannya ke imigrasi sesudah mama foto. terus dia minta aku menyerahkan semuanya ke dia besok paginya. sabtu pagi. liburan. designated place: kampus. halah!

mama akan menjalani pemotretan besok pagi di imigrasi. semoga tidak ada halangan lagi dan bisa menerima paspor hari itu juga. sudah bayar paket kilat campur petir je. mohon doa restu, kawan-kawan sekalian. dan, kalian, wahai keturunan dinasti setiawan, jangan lupakan pelajaran ini. uruslah segala persoalan administrasi sipil keluarga kalian secepatnya dan setepat-tepatnya. keluarga dari pihak mama memang berantakan sekali surat-suratnya sebab sudah tak punya papa sejak kecil sementara mamanya buta huruf. sudah punya surat saja sudah bagus. semuanya minta tolong orang untuk mengurusnya. dan semuanya suka berimajinasi sendiri. contohlah keluarga dari pihak papa yang begitu serius dalam hal beginian. aku dan kakakku tak pernah menghadapi masalah seperti ini berkat ketekunan papa kami.

ingat itu, demi kebaikan dinasti kita.

1 comment:

  1. Anonymous10:39 pm

    Pengalaman menarik, tapi ambil positifnyalah: rajin pangkal selamat.

    Blog-nya cantik, lapang, lugas.

    [ronny mustamu]

    ReplyDelete