sketsa-sketsa yang keras kepala

7/27/2008

potongan api

tidur dengan modem di kepalaku dan bangun bersama demam. mama, kakak, dan kakak ipar berangkat dini hari tadi. akhirnya...setelah beberapa persengketaan yang perlu. dan berbahagialah mereka yang bisa melihat dunia luar. terpujilah mereka yang menekuni perjalanan-perjalanan dunia dalam.

meringkuk di bilik warnet dengan keponakanku. empek-empek pedas dan kopi hangat sedikit menghangatkanku. malam ini aku tengah gemar berkawan. jika kau muncul malam ini, tentu aku sudah berbuat yang tidak-tidak. terima kasih sudah mengirimiku surat. di dunia yang makin hologram, tindakan semacam itu sudah menimbulkan kegaduhan di kepalaku.

belum bisa aku berkunjung ke kotamu yang baik. tak ingin aku mengulangi alasan yang sudah serupa dengan wirid atau mantra itu. namun demikianlah adanya. inipun kamu tentu mengerti. sebisa mungkin ini untuk kita, meski terus terang jarang sekali aku berfikir demikian. sampai selanjutnya, mari merawat potongan api masing-masing...

No comments:

Post a Comment