suatu waktu di minggu ini aku memasang beberapa fotoku dengan dosen-dosen lain di facebook. foto-foto tersebut diambil pada waktu dan tempat yang berbeda-beda. tak lama kemudian salah seorang alumni memberikan komentar, yang kukutip di bawah ini secara verbatim:
"Wah, prasaan dari tadi fotonya makan2 mulu pak... Enak banget ya jadi dosen???"
kemudian alumni yang lain:
"Lagi ngapain nih? Bancakan?"
kemudian yang lain lagi:
"Wih, enak yo, wik, jadi dosen. Mangan karo mlaku2 terus."
harus kuakui reaksi pertamaku saat membaca komentar-komentar itu adalah cenderung defensif. eh, tak tahu darah dan air mata yang kami keluarkan waktu ketika mempersiapkan kuliah & ujian, ya? tak tahu rasanya bagaimana di negeri ini dituntut untuk selalu lebih tahu dan mempunyai segala jawaban, ya? tak tahu susahnya mengatur irama 20 atau lebih mulut, tangan, dan otak yang berbeda, ya? tak tahu betapa menyiksanya masa-masa koreksi yang bertepatan dengan mahasiswa libur, berkumpul bersama yang terkasih, bermain air di bali atau berjalan-jalan di luar negeri?
namun setelah melihat-lihat foto-foto itu kembali aku jadi tersenyum sendiri. sebenarnya tak salah jika orang-orang berfikir demikian. lha wong hampir semua foto yang kupasang memang menunjukkan kami sedang makan atau jalan-jalan hehehe. ya, gimana lagi? lha wong bisanya ketemu dan foto bareng kalo pas lagi break. bukan pas kerja. lepas dari itu aku pikir soal makan-makan, jalan-jalan, waktu luang, dan semacamnya kami memang lebih beruntung dibanding kawan-kawan yang bekerja di bisnis atau manufaktur. cuma ya itu gajinya tentu tak bisa setinggi mereka. tapi dengan waktu luang itu sebenarnya kami bisa melakukan sesuatu untuk mengejar ketertinggalan itu. cukup fair lah kalau dipikir-pikir.
not bad, uh?
well, mungkin nanti akan aku revisi lagi lah kalau sudah menghidupi anak orang dan anak sendiri...hehehe.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment