oya, aku belum mendokumentasikan di sini bahwa terhitung sejak juli tahun ini aku sudah memiliki jabatan akademik. surat resmi dari dikti sendiri baru aku terima bulan agustus kemarin. ini tentu sesuatu bagiku. jabatan akademik adalah karir sesungguhnya dari seorang dosen. dia bersifat permanen dan akan melekat kemanapun seorang dosen pergi. demikian pula dengan tunjangannya hehehe. beda dengan jabatan struktural yang bersifat periodik seperti sekjur, kajur, dekan, wakil dekan, dekan dan seterusnya. paling banter lima tahun. jika tidak terpilih lagi, ya sudah. demikian pula dengan tunjangannya. dengan kata lain, jabatan akademik itu abadi sementara jabatan struktural itu fana hehehe
bukan berarti jabatan struktural itu buruk dan tidak perlu dilakukan secara serius. sekali-kali tidak. banyak yang bisa seseorang dapatkan melaluinya. yang pasti bukan lonjakan finansial karena tunjangannya terus terang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan obyekan seperti proyek, penerjemahan, atau kursus privat. bagiku pribadi, tanpa bermaksud menjadi sok suci, jabatan struktural memberiku kesempatan luar biasa untuk pengembangan diri dan profesional. jika kubandingkan diriku sekarang dan sebelum tahun 2006, aku sekarang misalnya lebih tenang (ciee), menghargai diri sendiri (waks), optimis (glodak), berani (halah) dan semacamnya. secara profesional, aku juga lebih terbiasa misalnya berfikir strategik, menjelaskan pemikiran tersebut, melaksanakan rencana seefektif dan seefisien mungkin, melakukan delegasi, melakukan koordinasi antar komponen dan masih banyak yang lainnya. (tentu penilaian ini sangat subyektif. aku berharap bisa menemukan momen untuk mendapatkan feedback dari kawan-kawan sekerja. tapi paling tidak aku bahagia dengan keadaanku.)
namun aku berusaha untuk selalu mengingatkan diriku agar tak hanya memperhatikan jabatan struktural dan mengabaikan karir dosen yang sesungguhnya. banyak cerita sedih yang kudapatkan dari para senior tentang hal ini. mereka kehilangan lebih dari separo kemampuan ekonominya saat jabatan struktural mereka lepas sementara kebutuhan semakin banyak dan tenaga untuk melakukan obyekan di luar sudah tergerus usia. untuk mulai mengejar jabatan akademik juga sudah cukup terlambat. tak mudah juga untuk menulis dan melakukan penelitian di usia yang sudah banyak dan di depan deretan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. belum lagi waktu tunggu yang harus ditempuh dari satu tingkatan ke tingkatan di atasnya.
dalam dunia yang ideal, aku bermimpi untuk bisa mensinergikan keduanya. keduanya tak harus selalu dalam oposisi biner; yang satu menggagalkan yang lain. dari pengalamanku sendiri yang belum banyak, aku malah menemukan keduanya bisa saling mendukung. bukti konkretnya adalah aku tak pernah menghasilkan penelitian atau tulisan sepanjang 2005-2006. itu adalah masa ketika aku belum menjabat dan mempunyai begitu banyak waktu luang. ketiadaan beban tinggi justru membuat pingsan otak dan ototku. suasananya malas banget pokoknya. justru ketika aku mulai menjabat secara struktural, aku mulai menghasilkan beberapa tulisan dan mengurus jabatan akademikku. keaktifan di bidang organisasi merembet ke bidang intelektualku. kuncinya tentu saja pada pengaturan dan kemauan untuk mematuhi pengaturan itu. sebisa mungkin aku menulis atau menambahkan sesuatu pada tulisanku pada akhir pekan, terutama setiap dini hari seperti sekarang sebab aku tetap harus memperhatikan hura-hura di sore harinya...hahaha.
mudah-mudahan praktik ini bisa berlanjut terus. sebagai catatan, aku sekarang masih menyelesaikan outline artikel tentang coetzee's in the heart of the country, draft pertama artikel tentang bram stoker's dracula, dan outline artikel tentang dewi persik hehehe.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment