herodia,
aku ingin membawamu pulang, dan melipatmu seperti sapu tangan. jika kerja melelahkanku sangat, kamu setia menyekaku setiap saat. hari-hari ini begitu panas, di dalam dan di luar rumah. hampir tak ada alasan lagi untuk tak memasang pengatur udara. mungkin kami hanya bersikeras menjaga hubungan cinta kami dengan kesederhanaan. kesederhanaan yang telah mencukupi mulut kami dan beberapa yang lain. kesederhanaan yang pernah mereka cibir saat keadaan baik menegur mereka beberapa saat. berfikir buruk terhadap kami setelah apa yang terjadi adalah tanda pikiran yang tak peka.
hidup baik itu sulit. lebih sulit lagi mempersiapkan diri untuknya. adalah penting untuk tak terpana sebab keterpanaan membuatmu lupa daratan. dan ini menjadikanmu tak pantas untuk hidup baik. sejarah membenci pekerjaan menunggu. yang tak pantas pada sebuah keadaan baru akan dikembalikan ke keadaan lama. dan mereka harus menunggu lagi. dan kali ini, atas nama frustasi, akan jauh lebih lama dari sebelumnya. yang tak belajar apa-apa, dan ini sungguh ada, tentu akan dikutuk untuk mengulanginya.
terpujilah kesadaran yang mengingatkan sebelum, ketika, dan setelah perubahan datang.
sketsa-sketsa yang keras kepala

No comments:
Post a Comment