sketsa-sketsa yang keras kepala

9/29/2008

h-3

mungkin di suatu masa aku akan merobekmu kembali seperti kertas. hari-hari ini aku suka dipusingkan dengan celana pendek yang kelewat batas. jika aku mendekat dari belakang dengan beberapa folder di tangan, maukah kamu menghentikanku seperti pukulan?

aku ingin mengelompokkan dan memberikan pengertian pada yang lalu lalang. aku tahu cukup banyak namun sedikit yang bisa kupakai dalam urusan-urusan. dan tanpa aku sadari aku sudah mahir bergembira sebelum tidur. ada ketakutan yang baik sesuka hatinya berjalan mundur.

bapakku menambah angka pengalamannya hari ini. tak ada kado namun kami berjabat tangan. aku ingin membelikannya kapal pesiar sendiri lengkap dengan bak cuci piring. membiarkannya mereguk cita-cita pensiunnya. mungkin kami akan berhenti sebentar di singapore untuk mengagumi bagaimana peraturan menciptakan dunia.

merunut-turut gambar-gambar michelle. kubentuk dia seperti cintaku yang kuat kepada carrera. namun aku ingin menyempurnakannya seperti kasus rosa. biar yang meledak adalah percakapan-percakapan kecil di dekat toilet. sebelum hari kami berdua, merpati-merpati suka berdiri di bahu-bahu lemah. jika suatu saat bapaknya menceraikan kami, aku bersumpah tak akan mendaftar kursus memasak lagi.

ada yang menjual begitu murah. ada yang bahkan tak menjualnya sama sekali. di masa itu semua diberikan cuma-cuma. yang harus kulakukan cuma berjingkat-jingkat dari dada ke dada. namun saat keinginan itu begitu diinginkan, mendapatkan tiupan pun menjadi persoalan hidup-mati.

aku ingin memelihara marmut seburuk pengalamanku dengan ikan dan kura-kura. aku ingin memakaikannya rok dan merubah dietnya dengan daging. di negeri jauh itu sayuran konon tak sesombong di negeri ini. aku ingin mengajaknya jalan-jalan dengan jendela terbuka. aku ingin menunjukkannya betapa buruk hidup binatang di pertanian kolektif. jika dia sedih dan terkenang pada kelucuan-kelucuan dunia, aku ingin mengelus kepalanya dan berkata:

hidup ini sungguh indah.

No comments:

Post a Comment