
liburan kali ini membuatku lebih mahir dalam bercakap-cakap lewat telpon & pesan singkat dan menyanyi (waks). di sela-sela kegiatan-kegiatan penting itu, aku menikmati novel-novel hebat mario puzo. ya, ya, ya, laki-laki sekali. tapi rasanya semakin penting untuk menjadi 'laki-laki' di dunia yang semakin 'politically correct' dan karenanya membosankan.
banyak orang tertarik melihat film karena terpukau dengan novel darimana film tersebut didasarkan. tak sedikit juga orang yang tertarik membaca novelnya setelah melihat filmnya. tentu saja perkenalanku dengan novel-novel mario puzo berawal dari trilogi film the godfather. salah seorang kawan di thailand dulu memberiku trilogi itu sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-22 (thx again, sista). aku begitu menyukai trilogi itu dan tak pernah bosan melihatnya. demikian kagum terhadap film-film itu, sampai-sampai aku mencari, mengunduh, dan membaca script-nya. dialog yang kuat. aforisme yang menarik. aku selalu suka aforisme (alasan yang sama kenapa aku menyukai tetralogi bumi manusia).
pembacaanku terhadap script-script itu semakin membuatku semakin menyukai film itu. pada saat yang sama aku semakin ingin membaca novelnya. mencari novel the godfather bukanlah hal yang sulit, bahkan di surabaya. tapi karena satu dan lain hal aku selalu urung membelinya (soal kapital biasanya hehehe). yang kuratapi sampai saat ini adalah kenapa tak pernah terlintas di benakku untuk mengunduhnya sebelum liburan ini. padahal sudah hampir satu tahun ini aku mengurangi kunjunganku ke gramedia dan doyan mengunduh e-book, mulai dari yang amat sangat tidak penting seperti biologi evolusioner sampai yang luar biasa gawat seperti khasiat temulawak bagi kesegaran kulit.
dan malam itu betul-betul efifanik. setelah menutup telpon dari seorang kawan yang tidak lazim, tiba-tiba aku langsung teringat pada novel the godfather dan teringat bahwa aku punya kesempatan 100 persen untuk menemukannya di internet. tidak berhenti dengan the godfather, aku juga mengunduh tiga novel maria puzo lainnya: the sicilian, the last don, dan omerta. aku sudah menyelesaikan the godfather dan the sicilian dan tengah membaca the last don. omerta, yang berarti sumpah bisu, akan menjadi penutup yang cantik.
yang pasti aku tak akan melakukan omerta. aku akan bercerita sedikit-sedikit tentang apa yang baru kubaca di entri selanjutnya.

No comments:
Post a Comment