sketsa-sketsa yang keras kepala

5/01/2006

cerita-cerita panas

pin, tadi malam aku sudah bisa menulis cerita lagi. kamu pasti tahu kenapa. kamu pasti tahu bahwa aku hanya bisa menulis pada saat aku merasa bahagia. mungkin terdengar tak meyakinkan sebagai calon penulis. kubaca di sana-sini bahwa penulis-penulis besar baru bisa menulis saat dirundung malang. kawan-kawanku yang menulis juga mengatakan bahwa mereka baru bisa menghajar tuts saat dikepung masalah. beberapa di antaranya bahkan sengaja mencari-cari masalah...hehehe...

tidak, bukan, aku tak seperti mereka. sebuah masalah, terutama denganmu, sanggup memaksaku berhibernasi seperti ular di musim dingin. jangankan menulis, untuk berfikir bahwa aku ada saja aku malas dan tak mampu. mungkin aku tak mempunyai modal menjadi penulis, apalagi penulis besar. dan yang jelas aku tak suka cari-cari masalah, sebab tanpa dicaripun, dia datang dengan sukarela.

haha...kenapa aku berputar-putar di sini. mhhh...aku hanya ingin menceritakan betapa senangnya aku malam kemarin. lama nian tak kudengar suara kecilmu itu...hehehe...aku ingat betapa lemahnya suaramu saat kau masih kelas satu sma...hehehe...love it though. lama juga kita tak saling bertukar cerita. begitu banyak yang ingin kuceritakan padamu. tinggal kau sebut sebuah abjad, aku akan menceritakan cerita dengan tema yang diawali abjad itu. sebut abjad 'a', misalnya, akan kuceritakan petualangan-petualanganku di atas subway saat di 'australia'.

aku juga ingin mendengar ceritamu. ingin benar-benar. aku ingin tahu segala sesuatu yang terjadi. bukan untuk mengkritik di sana-sini (aku tak sadar kalau secerewet itu..hehehe). aku hanya akan mendengarkan, memberikan komentar-komentar kecil supaya kau tambah bersemangat. ya, aku tahu aku bukan pendengar yang baik. tapi aku sudah mengalami kemajuan dibanding dulu.

No comments:

Post a Comment